Selasa, 06 Maret 2018

Tugas 1 Softskill : Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi pada Kesehatan

Sistem informasi manajemen pelayanan kesehatan merupakan kegiatan-kegiatan yang mencakup seluruh jajaran upaya kesehatan diseluruh jenjang administrasi yang mampu memberikan informasi kepada :
  • Pengelola, yaitu para administrator atau manajer kesehatan untuk dasar pertimbangan menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi administrasinya.
  • Masyarakat, dalam upaya untuk meningkatkan kemampuannya untuk menolong dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya.

Sumber daya organisasi antara lain man, money, macine, method, material, dan juga data/informasi. Peran utama dari data/informasi pada hakekatnya adalah pada dukungannya terhadap fungsi-fungsi administrasi/manajemen dalam pengelolaan program kesehatan.

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita rasakan bagaimana sulitnya menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan yang baik bila data/informasi yang akan dipakai untuk mendasarinya kurang atau tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang tepat atau keliru.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kesehatan
Upaya pengembangan sistem informasi kesehatan ditujukan ke arah terbentuknya suatu sistem informasi kesehatan yang mampu memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan untuk:
  • Pengambilan keputusan di seluruh tingkat administrasi dalam rangka perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan,  pengendalian dan penilaian.
  • Mengatasi masalah-masalah kesehatan melalui isyarat dini dan upaya penanggulangannya.
  • Meningkatkan peran serta masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri.
  • Meningkatkan penggunaan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan.


Sumber :


Tugas 1 Softskill : Manajemen Layanan Sistem Informasi


Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode yang mengelola Sistem Informasi (SI) dan secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan Sistem Informasi terhadap bisnis perusahaan.

Manajemen Layanan Sistem Informasi itu berfokus pada proses dan Manajemen Layanan Sistem Informasi tersebut memiliki peminatan yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses seperti Six Sigma, ERP, dan sebagainya. Disiplin tersebut tidak memperdulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola oleh Manajemen Layanan Sistem Informasi, melainkan disiplin tersebut memfokuskan pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis Teknologi Informasi dengan pengguna Teknologi Informasi.

Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi
  • Meningkatkan kecepatan akses/aksesibilitas data tepat waktu dan akurat bagi para penggunanya.
  • Menjamin tersedianya keterampilan dan kualitas dalam memanfaatkan sistem informasi secara baik dan benar.
  • Mengidentifikasi apa saja kebutuhan pagi pemakai layanan sistem informasi.
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  • Meminimalisir biaya yang digunakan dan menghasilkan pendapatan atau keuntungan yang lebih besar.

Sumber :


Selasa, 09 Januari 2018

Tugas Softskill 4 - Audit Teknologi Sistem Informasi

AUDIT SISTEM INFORMASI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1


ABSTRAK

Penerapan sistem informasi di RSUD Banyumas bertujuan untuk mempermudah proses administrasi. Agar kinerja sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, dan tujuan bisnis rumah sakit maka dibutuhkan pengukuran atau audit guna mengetahui kematangan kinerja sistem informasi tersebut agar dapat memberikan peranan teknologi informasi yang baik. Audit sistem informasi menggunakan Framework COBIT 4.1 sangat berguna baik bagi pengguna dan auditor maupun bagi manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan Sistem Informasi di RSUD Banyumas. Tujuan lain dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan sistem informasi di masa yang akan datang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan skor tingkat kematangan sistem informasi di RSUD Banyumas yang diperoleh yaitu 3 atau berada pada level Defined Process dari total 22 sudomain yang ditemukan hanya 6 menunjukkan skor tingkat kematangan level 2 (Repeatable but Intuitive) yang diberikan rekomendasi.


Selanjutnya bisa klik link ini
DOWNLOAD

Rabu, 27 Desember 2017

Tugas Softskill 3 - IT Auditing

1. Pendahuluan

Peran teknologi informasi maupun sistem informasi bagi dunia pendidikan sangatlah penting terutama di perguruan tinggi, hal ini menyebabkan peran teknologi informasi agar selaras dengan investasi yang telah dikeluarkan, sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang serta implementasi yang optimal. 
Universitas Gunadarma telah mengaplikasikan sistem pembelajaran berbasis e-learning dengan nama V-Class Gundarma. e-learning merupakan aplikasi pembelajaran berbasis web yang tersedia untuk Dosen dan Mahasiswa yang memilki akun, dalam e-learning dosen dapat memberikan tugas kepada Mahasiswa di kelasnya dan Mahasiswa dapat melihat seluruh tugas yang diberikan. Dosen juga dapat melakukan penilaian terhadap tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa melalui v-class. v-class dirancang untuk membantu Dosen membuat dan mengumpulkan tugas tanpa kertas. Mahasiswa dapat melacak setiap tugas yang hampir mendekati batas waktu pengumpulan di laman Tugas. Dosen dapat melihat dengan cepat siapa saja yang belum menyelesaikan tugas, serta memberikan masukan dan nilai langsung di v-class.

Selanjutnya bisa klik link ini
DOWNLOAD

Rabu, 08 November 2017

Tugas Softskill - IT Auditing, Second Edition : Chapter 11,12,13

Latar Belakang
Virtualisasi memungkinkan pemisahan sistem operasi dari perangkat keras, menggunakan lapisan yang disebut hypervisor untuk duduk di antara perangkat keras dan sistem operasi. Hypervisor abstrak perangkat keras fisik dan menyajikan perangkat keras yang Anda tentukan ke sistem operasi. Abstraksi yang dihasilkan dari sistem operasi dari server fisik tertentu memberikan kebebasan kreatif yang luar biasa untuk membuat cadangan, menyalin, memperbaiki, dan memindahkan sistem operasi yang berjalan, lengkap dengan aplikasi terinstal mereka. 

 Perangkat lunak virtualisasi dapat diinstal ke server logam kosong atau sebagai aplikasi di atas sistem operasi lain. Banyak vendor membiarkan hypervisor dipasang dengan cara apa pun, di atas OS atau dengan sendirinya, tanpa kerumitan dan overhead OS. Perangkat lunak ini dirancang untuk memanfaatkan instruksi prosesor tersemat yang dirancang khusus untuk mendukung beberapa sistem operasi. Produsen prosesor memimpin muatan ini beberapa tahun yang lalu, dan paket perangkat keras yang sangat disesuaikan oleh Cisco Systems, VMware, dan pemain global lainnya meramalkan niat untuk mengemas sebanyak mungkin kekuatan, keamanan, dan pengelolaan sebanyak mungkin ke perangkat keras untuk mendukung infrastruktur virtual.


Selanjutnya bisa klik link ini
DOWNLOAD

Selasa, 10 Oktober 2017

Tugas Softskill - IT Auditing, Second Edition : Chapter 5

Latar Belakang
Router, switch, dan firewall bergabung dan melindungi jaringan kita, tapi bagaimana kita bisa bertahan dengan jaringan perangkat yang saling terkait ini?

Ini dimulai pada tahun 1962, ketika Paul Baran dari RAND Corporation ditugaskan oleh Angkatan Udara A.S. untuk mempelajari bagaimana mempertahankan kontrol terhadap pesawat terbang dan senjata nuklir setelah serangan nuklir. Proyek ini terutama dimaksudkan untuk menjadi jaringan militer yang memungkinkan angkatan bersenjata untuk menjaga komunikasi dengan komando lain di seluruh Amerika Serikat jika terjadi malapetaka. Jaringan baru ini mengusung tujuan memungkinkan angkatan bersenjata untuk mengendalikan senjata nuklir yang dibutuhkan untuk melakukan serangan balasan.

Pada tahun 1968, ARPA (Advanced Research Projects Agency) memberikan kontrak ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) ke BBN (Bolt, Beranek, dan Newman). Jaringan fisik dibangun pada tahun 1969, menghubungkan empat node: University of California di Los Angeles, Stanford Research Institute (SRI), Universitas California di Santa Barbara, dan University of Utah. Jaringan disambungkan bersama hanya menggunakan sirkuit 50 kbps. Dari situ, Internet dikembangkan dan terbang ke masyarakat modern; hari ini berfungsi sebagai tulang punggung setiap perusahaan besar di planet ini. Pada tahun 1973, pengembangan dimulai pada protokol yang kemudian disebut Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP / IP), namun pada 1977 sebelum didemonstrasikan. Protokol baru ini diciptakan untuk memungkinkan beragam jaringan komputer saling terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1983, TCP / IP menjadi inti Protokol Internet pada ARPANET.

Untuk lebih lanjut klik download :

Jumat, 16 Juni 2017

Tugas Softskill 3 : Pengantar Animasi Dan Desain Grafis

Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar tersebut dapat berupa gambar makhluk hidup, benda mati, ataupun tulisan.

Prinsip dasar animasi adalah Prinsip-prinsip yang digunakan seorang animator untukmengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan. Prinsip dasar ini animasi ini sebenarnya paling pas digunakan untuk animasi kartun. Dua orang animator profesional Thomas dan Ollie Johnston memberikan 12 prinsip animasi yang di adopsi dari animasi produksi Walt Disney.


Pada tugas ke-2 kami membahas film animasi yang berjudul Kimi no Na wa / Your Name. 
Dalam animasi ini akan dijabarkan prinsip-prinsip dasar animasi yang digunakan dalam pembuatannya seperti :
  • Squash and Stretch, seperti yang telah diketahui Prinsip ini berguna untuk menunjukkan volume berat obyek, efek gravitasi serta gerakan obyek sehingga gerakan obyek tersebut akan lebih terlihat nyata.
  • Anticipation, adalah persiapan sebelum aksi, yang diikuti oleh sebuah aksi kemudian penyelesaian aksi tersebut. Misalnya sebuah karakter ingin berlari, melompat, atau perubahan ekspresi tentunya karakter tersebut akan melakukan sebuah ancang-ancang sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Staging, dapat mengarahkan perhatian audience agar fokus pada apa yang penting saat tertentu. Staging melibatkan tindakan pengaturan yang jelas dan meyakinkan. Seperti kepribadian agar sebuah karakter bisa dikenali.
  • Straight Ahead Action and Pose to Pose, prinsip ini adalah prinsip utama dalam setiap animasi / anime jepang. Gambar dibuat dari gambar pertama hingga terakhir yang dilakukan oleh animator agar gambar dapat bergerak saat disatukan frame per framenya. Tentunya perbedaan ukuran, volume, dan proporsi akan terjadi, namun hal itu akan menciptakan ilusi gerakan yang lebih cari dan dinamis yang disebut Straight-Ahead Animation. Sedangkan untuk metode Pose to Pose, penggambaran dilakukan dengan membuat kunci gambar pada interval tertentu dari suatu pose ke pose lainnya. Keuntungan metode ini adalah ukuran, volume, dan proporsi akan lebih mudah diatur.
  •  Follow Through and Overlapping Action, merupakan gerakan lanjutan yang terjadi karena karakter melakukan aksi berhenti tiba-tiba. Tentunya tidak semua element / bagian pada tubuh karakter akan berhenti. Sedangkan untuk Overlapping adalah gerakan karakter yang berubah arah saat melakukan sebuah aksi.
  • Slow In and Slow Out, merupakan pengaturan jarak / spasi antar gambar yang berkaitan dengan prinsip timing. Teknik slow out ditempatkan pada akhir suatu gerakan dan slow in ditempatkan pada awal gerakan berikutnya.
  • Arcs, semua lintasan gerakan dalam animasi selalu berupa garis lengkung (kecuali gerakan mekanik peralatan).
  • Secondary Action, merupakan gerakan tambahan untuk memperkaya gerakan utama. Contohnya saat sebuah karakter sedang bercakap-cakap, untuk memperkaya gerakan karakter dapat memiringkan kepala, memainkan tangannya sesuai dialog yang sedang diucapkan.
  • Timing, merupakan sebuah prinsip yang berkaitan dengan waktu untuk menghasilkan gerakan lembut dan halus dari gambar yang jumlahnya banyak dan gerakan lebih cepat dan kasar untuk gambar yang sedikit. Gerakan-gerakan tersebut digunakan untuk membangun emosi dan reaksi dari setiap karakter.
  • Exaggeration, merupakan upaya mendramatisir animasi secara hiperbolis atau berlebihan. Dibuat sebagai bentuk ekstrimitas ekspresi tertentu untuk keperluan komedik. Prinsip ini biasanya digunakan dalam film-film kartun seperti tom & jerry dimana saat karakter marah maka kepalanya akan membesar dan mengeluarkan uap seperti air mendidih.
  • Solid Drawing, merupakan prinsip dasar menggambar bentuk, berat, soliditas volume dalam bentuk ilusi 3 dimensi.
  • Appeal, merupakan daya tarik yang ada pada sebuah karakter

Sumber :